Beranda HUKUM Demi Puaskan Nafsu dengan Banyak Gadis Belia Seorang Pria di Kampar Mengaku...

Demi Puaskan Nafsu dengan Banyak Gadis Belia Seorang Pria di Kampar Mengaku Imam Mahdi

Nafsu
Demi menyalurkan nafsu jahatnya seorang pria berinisial WAM (32) di Kabupaten Kampar, Riau, mengaku sebagai Imam Mahdi. Pelaku juga mengatakan bahwa dirinya memiliki kekuatan.

Guna melancarkan aksinya dalam menyalurkan nafsu jahat tersebut, WAM melakukan nikah gaib dengan para gadis belia tersebut.

Setidaknya, sudah ada lima Gadis Belia yang berhasil diajaknya berhubungan badan dengan tipu daya mengaku sebagai Imam Mahdi .

WAM nekat berhubungan badan dengan 5 Gadis Belia atau gadis di bawah umur tersebut, demi memuaskan nafsu, padahal dia sudah punya dua istri.

Modusnya, WAM melakukan nikah “ghaib” dengan Gadis Belia itu, sehingga istrinya sudah tujuh orang. Kelima Gadis Belia itu ia jadikan pemuas nafsu dengan kedok istri.

Ternyata, tidak hanya doyan berhubungan badan dengan Gadis Belia, WAM juga pengguna narkoba.  Diduga otak WAM rusak setelah mengkonsumsi narkoba.

WAM ditangkap di sebuah sekolah swasta di Sumatera Utara. Diduga, ia mencari Gadis Belia untuk dijadikan korban pemuas nafsunya.

“Dari hasil penyelidikan sementata, WAM ini memiliki 7 orang istri,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Jumat (16/9/2022). Dari 7 istrinya, 6 di antaranya istri siri.

Dari jumlah istri sirinya tersebut, 5 di antaranya anak di bawah umur. Selain itu, WAM memiliki banyak pengikut.

Informasi tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk orangtua istri pelaku.

Pengakuan saksi, WAM ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan merupakan orang terpilih untuk membawa keselamatan.

“Pelaku meminta kepada para jamaahnya untuk memberikan seorang anak gadis untuk dinikahi. Beberapa jamaah menuruti permintaan WAM. Termasuk juga orangtua dari istri pelaku yang melapor ke polisi,” kata  Sunarto.

Pernikahan pelaku pun dilaksanakan dengan cara tak biasa.

BACA JUGA  1,5 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polres Dharmasraya, 2 Pelaku Ditangkap di Sitiung

“Nikahnya itu agak berbeda. Si WAM ini memberikan sebuah kalimat yang dibacakan oleh korban. Jadi, nikahnya tidak ada saksi, tidak ada penghulu. Yang ada orangtua, calon pengantin wanita, dan WAM,”  ujar Sunarto.

Saat ini polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap apa saja kejahatan yang dilakukan pelaku. Sebab pelaku diduga banyak melakukan tindak pidana.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, pelaku yang mengaku sebagai Imam Mahdi itu ditangkap setelah melakukan sejumlah tindak pidana.

“Pria tersebut diduga melakukan sejumlah kejahatan tindak pidana. Di antaranya, penistaan agama, penyebaran berita bohong, perlindungan terhadap anak hingga penyalahgunaan narkoba,” ungkap Sunarto.

Sunarto menjelaskan, pelaku ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), 6 September 2022 lalu.

Pelaku ditangkap saat berada di sebuah sekolah swasta di daerah Tiga Juhar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Penangkapan WAM dari laporan sang istri, yang mengaku sudah tidak dinafkahi selama tiga tahun oleh suaminya.

Laporan pertama kali dibuat di Polres Kampar.

“Dari sanalah dilakukan pengembangan dan didapat informasi mengenai aktifitas yang dilakukan WAM. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk orangtua istri pelaku,” ujar Sunarto.

Artikulli paraprakSutan Riska Apresiasi Kanwil Kemenkumham Sumbar dalam Pembentukan Ranperda Kabupaten Dharmasraya
Artikulli tjetërMargarito: Keputusan DPD RI Soal Fadel Muhammad Legal dan Harus Ditindaklanjuti