Beranda HUKUM Kasus Dugaan Penipuan yang Menjerat Wabub Solok Masuk Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Penipuan yang Menjerat Wabub Solok Masuk Tahap Penyidikan

Dugaan Penipuan
Kasus dugaan penipuan yang menjerat Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu kini sudah masuk ke tahap penyidikan. Jon Firman Pandu disangkakan telah melakukan penipuan dan penggelapan mahar politik.

Terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Jon Firman Pandu ini Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Wakil Bupati Solok ini terjerat dugaan pidana penipuan sebesar Rp850 juta.

Surat tertanggal 1 September 2022 yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat selaku Penuntut Umum tersebut berisikan pemberitahuan dimulainya penyidikan.

“Dengan ini diberitahukan bahwa pada hari Kamis tanggal 1 September 2022 telah dimulainya Penyidikan perkara dugaan tindak pidana Penipuan dan/atau Penggelapan yang berawal ketika terlapor atas nama JON FIRMAN PANDU menghubungi pelapor atas nama IRIADI DT TUMANGGUNG via handphone yang mana terlapor sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Solok melakukan bujuk rayu terhadap pelapor dengan cara terlapor bisa merekomendasikan pelapor sebagai calon Bupati Solok pada Pilkada 2020 dari partai Gerindra, Pelapor kemudian bertemu dengan terlapor dan kemudian menyerahkan uang sejumlah total Rp. 850.000.000,- (delapan ratus lima puluh juta rupiah). Namun sampai saat Pilkada diselenggarakan rekomendasi tersebut tidak pernah diterbitkan. Atas kejadian ini pelapor merasa dirugikan sekitar Rp. 850.000.000,- (delapan ratus lima puluh juta rupiah), sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 378 dan/atau 372 KUHPidana,” tulis isi surat yang ditandatangi oleh Dirreskrimum Polda Sumbar tersebut.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Setiayawan saat dikonfirmasi membenarkan perihal dikeluarkannya surat tersebut.

“Iya benar. Ditreskrimum Polda Sumbar telah mengeluarkan penyidikan terhadap kasus dugaan penipuan atau penggelapan dengan kerugian sekitar Rp 850 juta rupiah,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, Minggu (5/9/2022).

BACA JUGA  Sosok Misterius Orang Ketiga Menembak Brigadir J

Dia juga mengungkapkan penyidikan kasus tersebut telah dimulai terhitung pada tanggal 1 September 2022 lalu, atau semenjak surat itu keluar.

Jon Firman Pandu sebelumnya dilaporkan oleh Iriadi Dt Tumanggung atas kasus dugaan penipuan dengan Laporan Kepolisan Nomor : STTL/173.a/IV/2002/ SPKT/Polda Sumbar, pada 5 Mei 2022 lalu.

Dalam laporan tersebut, Iriadi  merasa tertipu terkait dugaan pemberian mahar sebesar Rp 850 juta kepada partai Gerindra jelang Pilkada Kabupaten Solok 2020 lalu.

Iriadi menghubungi Jon Firman Pandu dengan maksud agar Partai Gerindra membawanya maju menjadi Bupati Solok.

Namun, setelah mahar diberikan, Iriadi tidak jadi mendapatkan tiket dari Partai Gerindra, dan uang mahar tidak dikembalikan setelah Pilkada selesai.

Artikulli paraprakDewi Perssik Cari Suami Baru Tak Perlu Pria Kaya
Artikulli tjetërFarel Prayoga Diantar ke Sekolah Gunakan Jet Pribadi